Operator telekomunikasi mulai keteteran hadapi persaingan
Selasa, 15 Oktober 2013 15:14 - Arif PitoyoMerdeka.com - Operator telekomunikasi sudah mulai keteteran menghadapi persaingan di saat pasar sudah mulai jenuh. Jumlah konsumen yang stagnan, dengan ARPU yang cenderung menurun menjadikan persaingan telekomunikasi menjadi sangat susah bagi beberapa operator telekomunikasi Indonesia.
"Sering disebutkan bahwa jumlah operator telekomunikasi di Indonesia saat ini tergolong banyak. Terdapat 11 operator yang beradu kekuatan memperebutkan pasar Indonesia," ungkap Kepala Biro Merger dan Akuisisi Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Taufik Ahmad dalam diskusi Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel), belum lama ini.
Menurut dia, sebenarnya tidak ada justifikasi berapa jumlah operator yang tepat. Indonesia, tambahnya, sering dikritik terkait jumlah operator, tapi di sisi lain begitu menikmati dinamika persaingan ketat tersebut melalui tarif yang terjangkau, produk yang semakin beragam, dan coverage yang semakin luas.
Untuk itu, kata Taufik, sebaiknya kita membiarkan pasar bekerja, termasuk untuk upaya melakukan konsolidasi dalam berbagai bentuk seperti merger dan akuisisi.
Beberapa operator telekomunikasi Indonesia kini mengalami kerugian yang cukup signifikan, secara finansial yang bisa dilihat dari beberapa laporan keuangan mereka.
"Kita mungkin bisa berbangga bahwa tarif rendah dengan coverage area yang semakin luas, menjadi cermin keberhasilan industri telekomunikasi, tetapi di sisi lain operator mulai mengalami perkembangan yang tidak diduga dan sangat tidak diinginkan," katanya.
Kinerja mereka merosot tajam, bahkan sangat sulit bersaing dalam situasi pasar yang cenderung jenuh ini. Upaya mendongkrak kinerja melalui berbagai strategi bersaing telah dilakukan, tetapi kinerja operator tetap tidak bisa didongkrak secara signifikan, sehingga pilihan keluar dari pasar pun menjadi salah satu solusi terbaik bagi mereka.
Diadaptasi dari http://www.perangtarifseluler.com/front/index.php/berita-media/69-inilah/346


Tidak ada komentar:
Posting Komentar